Tuesday, March 20, 2012

Hey, March !

Maret, dari tahun ke tahun bulan Maret adalah bulan terboros bagi saya. Entah apapun sebabnya, pengeluaran tak terduga selalu datang tiba-tiba. Di tahun 2012 pun bulan Maret juga menjadi bulan terboros dari triwulan pertama tahun ini. Kesibukan di bulan Maret pun mendadak berlimpah, masalah-masalah yang sebenarnya sepele menjadi sangat kompleks di bulan ini. Sudah menjadi sebuah kodrat bagi saya untuk mewaspadai bulan ketiga ini.

Terlepas dari boros, kompleks dan sibuk yang ada di bulan Maret, di post ini mungkin saatnya mengenalkan keluarga baru saya di Jatinangor, tempat saya menuntut ilmu. Mereka yang diperkenalkan disini adalah para lelaki tampan penghuni kelas K Ilmu Komunikasi Unpad 2011. Unik, tolol, goblog, dan menurut saya tidak ada satupun lelaki yang normal di antara kami. Para lelaki di kelas kami terdiri dari 13 orang dengan berbagai macam ras, suku, agama dan domisili. Mereka adalah Aji, Hillan, Lukman, Kevin, Odi, Winston, Egy, Agung, Amri, Alif, Miftah, Faris dan saya sendiri.

1) Aji Zul Hakim

Orang Jawa tulen, kuenthel tenan. Mungkin cewek bisa bilang kalo doi cowok paling romantis sekaligus paling normal di kelas *hyeh*, tentu tidak bagi pandangan kami para cowok. Punya bekas luka di leher yang berbentuk KALAJENGKING ! Bukan tato, cuma bekas tato temporer yang iritasi trus jadi bekas permanen, dengan bentuk yang sama. Hobi Gooner asli Semarang yang satu ini mungkin dapat disimpulkan : menyanyi sambil bergitar. Cinta mati ama ceweknya, model majalah terkenal.

2) Hillan Fadlirrahman

Orang Bekasi, kacamata, veteran. Salah seorang mahasiswa sipil unp*r 2010 yang gugur dan harus ikut SMUP di tahun 2011. Postur tinggi menjadi andalannya ketika bermain futsal. Punya marga Batak yang disembunyikan, walaupun aksen Bataknya tidak dapat disembunyikan. Pecinta Chelsea dan Real Madrid, gasuka Manchester United ataupun Barcelona. Hobi kakak kita yang satu ini pun hampir sama dengan yang lain : Main FIFA, walaupun sering berada di juru kunci saat turnamen liga FIFA di kosan.

3) Lukman Hakim Siregar

Batak abis, suaranya menggelegar kesana kemari. Punya statement yg tak terlupakan waktu nembak cewek di SMA, "Gue suka ama lo, kita pacaran. Ada pertanyaan ?". Sepertinya sistem 'malu' tidak ditemukan dalam sisi psikologisnya, salah satu tipe orang supel dan pandai bergaul, walaupun suka menggombal tapi gombalannya tidak ada yang sepenuhnya sukses. Fanatik Juventus dan Pavel Nedved. Sama kaya Hillan, Lukman juga veteran 2010, dari U*N Jakarta.

4) Kevin Naftali

Drummer band DeathMetal. Punya skill drum dan berdagang yang sama jeniusnya. Karier drum dan berdagang via kaskus sudah digelutinya sejak dini. Pria yang merupakan percampuran Padang-Jawa ini suka bawa 2 tas ke kampus : 1 Tas gede kosong biar keliatan niat kuliah, 1 Tas kecil buat naroh barang-barang penting. Merupakan sosok penting yang dibutuhkan anak-anak lain yang berdomisili di Jakarta ketika pulkam pas weekend.

5) Muhammad Nadhil

Panggil saja Odi. Orang yang gabisa tenang kalo tidur, agak sensitif dan juga perasa. Jagoan main FIFA, setiap orang disini pun berpikir bahwa dialah pencipta game tersebut. Gadget-man dibidang yang agak aneh : kaossilator, keytar dan berbagai macam alat-alat aneh lain di rumahnya. Pecinta orang sipit ini punya phobia yang besar pada anjing dan film horror. Punya pandangan dan penilaian tersendiri untuk menyukai seseorang. Salah satu orang langka

6) Winston Simbolon

Sama kaya Lukman, Batak abis. Porsi makan, suara, ngototnya pun sama kuatnya. Andalan kelas waktu main futsal, juga pencipta kata-kata aneh saat bermain FIFA di kosan. Sosok yang berbakti bagi keluarga dan pacar, walaupun dikagumi banyak wanita tapi tetap setika pada satu hati *ngoh*. Orang yang paling rajin balik ke Jakarta tiap weekend. Pecinta Chelsea dan Real Madrid.

7) Geonovansyah

Gatau nama panjangnya, gatau juga kenapa bisa dipanggil Egy. Fan Manchester United. Satu-satunya cowok di kelas yang bakal berjuang lagi di SNMPTN 2012. Sosok yang pendiam, cuma rame waktu main FIFA, juga sosok yang pintar, alim dan berwawasan luas. Orang Jaksel (baca : Depok) ini punya impian melanjutkan kuliah di Teknik UI. Semoga impian lo tercapai, Gy !

8) Agung Tri Witjaksono

Orang Bandung, sunda pisan. Punya pengalaman buruk saat memanjat pagar rumah sendiri, walaupun katanya udah expert dalam bidang panjat-memanjat pagar. Sempat jadi homoan setia saya waktu doi belum punya pacar. Ketika tulisan ini di unggah, doi udah punya pacar dan sekarang jadi mahasiswa kupu-kupu demi pacar tercinta. Fan Chelsea, Real Madrid dan AC Milan. Percaya 100% pada Torres. Gatau kesambet apa, belakangan doi malah jadi salesman produk kecantikan impor, janggal.

9) Amri Hasan Noertama

Penguasa Ujungberung. Wajahnya tenang tapi menghanyutkan, juga veteran 2010 dari Akuntansi Universitas Widy*t*m*. Punya influence yang bagus di musik, tulisan, bacaan dan film. Bassist dari band hardcore Bandung, An Oath of Allegiance. Kaya Kevin, termasuk orang yang ga terlalu fanatik main FIFA. Fan Manchester United dan Barcelona. Trek rekord percintaannya pun misterius dan unik. Sosok lelaki sundanese sejati versi dosen makul Pengantar Mankom : Pemalas.

10) Muhammad Alif Hudanto

Sakjane de'e wong Jowo, tapi yo luwes le ngomong Sundo. Berkendara naik motor dari Bandung Barat - Jatinangor tiap kuliah sudah menjadi santapan segar baginya. Sosok ketua kelas yang patut dicontoh *hah*. Punya hobi ngedance, spesialisasinya : ROBODANCE ! Gabakal percaya sebelum liat secara langsung. Hidup tanpa asap rokok. Tipikal orang supel dan banyak teman, termasuk orang eksis di kampus.

11) Miftah Ardhianta

Teman pertama yang saya kenal di Fikom, juga teman seperjuangan bolos ospek. Orang paling tua, paling rajin dan paling Marlboro. Veteran 2009 FH Unp*r. Di Fikom, doi mencapai tingkat presensi sempurna di semester 1. Paling sering ganti mobil diantara anak sekelas. Hobi paling keliatan : main mobil, jualan mobil, balik ke bandung selese kuliah.

12) Farissan Rahadian Danery

Nah ini, bingung kan mau nulis apa. Doi orang yang paling jarang ngumpul, hobinye ngumpul ama anak kelas lain di bangku TK. Rokok Djarum Super, Super ngebut. Bisa abis sebungkus sehari, parah. Stage photographer. Ciri-ciri khusus : Rambut kaya badut McD, biasanya pake kemeja kotak-kotak item-putih ke kampus, mobil sedan silver ada stiker Fikom + Hello Kity lagi ngefuck + gambar setan di merk mobilnya.

Itu semua 12 temen cowok yang sekelas di kampus fikom tercinta. Ga ada yang normal dari semua temen saya yang disini. Semua yang ditulis diatas cuma bahan bercanda semata, jangan diambil hati kalo ada diantara kalian yang ngebaca. Semoga besok ketika semester 3 dimulai dan ada pemisahan jurusan, our friendship will be stand still, until selama-lamanya lah. Cuma sekedar berbagi di tengah Maret yang super boros dan sibuk ini.

Makasih deh yang udah mau baca, semoga bisa lebih mengenal temen-temen saya, hehe.

(Amri Style) Listening to : Flight Facilities - Crave You

Saturday, February 25, 2012

The Irish Girl

Dunia Jurnalistik memang identik dengan pekerjaan yang "kepo", sehingga "kekepoan" yang tidak dikehendaki oleh beberapa pihak itulah yang malah dianggap berbahaya. Apalagi bagi mereka para Jurnalis yang bekerja meliput dunia kriminal. Resiko yang dihadapi pun jauh lebih berbahaya karena akan langsung berurusan dengan para pelaku kriminal. Berikut adalah salah satu contoh pejuang kebenaran di dunia Jurnalistik.

Judul diatas tidak ada hubungannya dengan lagu The Trees and The Wild, tapi yang dimaksud dengan The Irish Girl yaitu Veronica Guerin, seorang martir di dunia jurnalisme yang meninggal di Irlandia pada tahun 1996 setelah sebelumnya beberapa kali menerima terror dari mafia narkoba yang sedang dikuak beritanya oleh Guerin.

Siapa Veronica Guerin ?


Veronica Guerin memang belum banyak dikenal oleh anak-anak muda di generasi saya, oleh karena itu pada sebuah mata kuliah Ilmu Jurnalistik di kampus, bapak dosen memutarkan sebuah film yang intinya 'mengenalkan' kami pada dunia Jurnalistik. Film tersebut bertitel "Veronica Guerin", sebuah film yang memuat hari-hari terakhir Veronica Guerin dan kasusnya yang menyeret ke kematiannya.

Di film teresebut, Guerin sendiri dikenal sebagai pribadi yang tomboy, jago bermain sepak bola dan merupakan salah satu penggemar berat klub sepakbola Manchester United.

Karirnya sebagai Jurnalis diawali di tahun 1990 di Sunday Business Post dan Sunday Tribune, setelah sebelumnya bekerja sebagai seorang pekerja PR di sebuah firma dan kemudian berpindah-pindah selama 7 tahun. Namanya meroket setelah kemudian Guerin mulai menulis berita kriminal di harian terbesar di Irlandia, Sunday Independent di tahun 1994. Dengan latar belakang pengetahuannya di bidang bisnis dan ekonomi, Guerin banyak menguak aktivitas ekonomi illegal yang berlangsung di Irlandia. Sampai ketika dirinya sedang menguak kasus narkoba yang melanda pinggiran kota Dublin, dibantu oleh informan setianya, John Traynor, Guerin mengalami berbagai macam teror yang melebihi biasanya.

Diawali dengan sebuah pembunuhan janggal yang dialami ketua Geng Narkoba Dublin bagian Selatan, Martin "The General" Cahill, hingga aliran uang yang tidak jelas juntrungnya. Keingintahuan Guerin tentang sesuatu yang janggal itupun juga membuahkan resiko yang besar, seorang penembak misterius mencoba membunuh Guerin. Walaupun pada akhirnya hanya membuat Guerin lumpuh sementara. Rasa ingintahu Guerin pada akhirnya membuahkan hasil, ketika Guerin sudah menemukan bukti-bukti kejanggalan aliran dana narkoba kota Dublin yang mengarah kepada John Gilligan, informan setianya, John Traynor justru mengkhianati Guerin. Traynor ternyata merupakan salah satu anak buah John Gilligan yang pada saat itu baru saja keluar dari penjara.

Juni 1996, ketika Guerin dalam perjalanan pulang dari pengadilan tepatnya di Naas Dual Carriageway, mobil Guerin diserang oleh kawanan bersepeda motor yang ditungganggi Brian Meehan dan Charles Bowden, anak buah John Gilligan. Veronica Guerin menghembuskan nafas terakhirnya setelah ditembak 6 kali di tubuhnya.

Kematiannya membangkitkan semangat rakyat Irlandia dalam memerangi narkoba. Tingkat kriminalitas di Irlandia menurun 15% dan tingkat peredaran narkoba di Irlandia menurun 50% di tahun berikutnya.

Resiko seorang Jurnalis di bidang kriminal sangatlah tinggi, sudah berapa banyak korban yang jatuh saat para Jurnalis mengabdikan diri pada pekerjaannya menguak kebenaran, dan Veronica Guerin adalah salah satu contoh martir yang semangatnya masih berkobar di dalam hati para Jurnalis di seluruh dunia. Bekerja untuk mengungkap kejanggalan, apapun resikonya, bahkan nyawa sekalipun.

Viva Jurnalistik !

Thursday, December 29, 2011

2011's majestic triumph artificer

Di penghujung tahun biasanya banyak orang akan membuat playlist mixtape mereka sendiri, terlebih lagi di tahun 2011 yang merupakan tahun spesial untuk anak-anak seusia saya dimana mereka meninggalkan bangku SMA untuk menuntut ilmu di level yang lebih tinggi. Di tahun ini pun, banyak album-album yang spesial yang dirilis oleh sebagian musisi musisi favorit saya dan menurut saya album mereka tahun ini sungguh luar biasa. Maka dari itu, jika beberapa orang membuat sebuah mixtape playlist, saya disini akan membuat sebuah Year-End mixtape nantinya dan membuat sebuah rangkaian sebelas album terfavorit saya yang dirilis pada tahun 2011 yang sudah saya dengar.

Dimulai dari musisi Inggris, Veronica Falls yang meluncurkan debut album self-titled nya yang menurut saya fenomenal hingga album teranyar Red Hot Chili Peppers yang terus mendapat respon positif dari para pendengarnya, lama vakum setelah merilis Stadium Arcadium di 2006, ternyata musikalitas Flea, Kiedis dan kawan-kawan tidak pernah berkurang sejenak bertambahnya usia. Terlalu banyak kenangan untuk dikenang di memori kita tahun ini, semoga apa yang menjadi pelajaran di tahun 2011 akan selalu menjadikan kita sebagai orang yang lebih baik lagi di tahun 2012. Happy New Year !

1) Veronica Falls - Veronica Falls (Slumberland Records, September 2011)

Menikmati perjalanan jauh antarkota sambil mendengarkan serangkaian track Veronica Falls membuat saya tidak ingin tidur cepat-cepat, rasa penasaran pada apa yang ada di track selanjutnya kemudian terjawab dengan track-track yang variatif, dengan nada-nada yang aneh tapi indah. Coba dengarkan "Beachy Head", "Bad Feeling", "Found Love In The Graveyard" dan "Wedding Day". Just listen, and prove my words.
Download : klik sini

2) Fleet Foxes - Helplessness Blues (Sub Pop Records, May 2011)

Sebuah album yang tidak dapat anda tinggalkan begitu saja, sama pentingnya dengan sebuah penggaris bagi seorang arsitek, Helplessness Blues merupakan sesuatu yang amat sangat penting untuk disertakan dalam best album 2011. Suara vokal Robin Pecknold di track macam "Helplessness Blues" dan "Lorelai" sejenak menciptakan kedamaian dikala sedang gundah.
Download :klik sini

3) Yuck - Yuck (Mercury Records, February 2011)

Another British NoiseRock/Shoegaze Band who released their debut album in 2011. Ini menunjukkan tren Noise rock dan Shoegaze menunjukkan grafik meningkat di 2 tahun belakangan ini. Setelah era My Bloody Valentine di 1990-an dan The Pains of Being Pure at Heart di 2007-an, giliran Yuck menggebrak diawal tahun 2011. Yuck telah merilis single "Rubber" dan "Georgia" dalam bentuk vinyl di 2010 dan mereka memasukkannya ke dalam bentuk CD di album ini.
Download : klik sini

4) The Pains of Being Pure at Heart - Belong (Slumberland Records, March 2011)

Setelah sebulan diluncurkannya album self-titled band shoegaze Inggris Yuck, band nu gaze asal New York, The Pains of Being Pure at Heart meluncurkan album keduanya "Belong". Benar-benar bak diserang secara combo ketika mendengarkan 2 album yang mententramkan hati antara "Yuck" dan "Belong". Sedikit berbeda dengan album sebelumnya, kali ini Kip Berman dan kawan-kawan menyuguhkan sesuatu yang lebih 'noise' dari album sebelumnya, track "Belong", "Girls of 1000 Dreams" dan "Too Tough" membuktikan ke-noise-annya ketimbang "Everything With You", "The Love Is Fucking Right" dan "Young Adult Friction".
Download : klik sini

5) Foster The People - Torches (Columbia Records, May 2011)

Menggebrak dunia dengan "Pumped Up Kicks" dan "Call It What You Want", membuat nama Mark Foster, Mark Pontius dan Cubbie Fink menjadi band yang paling ditunggu konsernya di Indonesia. Dimulai dengan "Pumped Up Kicks", "Call It What You Want" dan "Don't Stop", ketiganya merupakan track yang berbeda dari segala aspek. Very Entertaining.
Download : klik sini

6) Architecture In Helsinki - Moment Bends (Modular Recordings, April 2011)

Album kelima band Australia ini wajib dipunyai, jika anda memang seorang pecinta aliran indiepop. Sangat menarik jika melihat metamorfosis yang terjadi dari album-album sebelumnya. Dengarkan "That Beep", dan dapati jari anda menjentik-jentik dengan sendirinya. Lalu beralihlah ke "Contact High", dan dapatilah jari-jari anda naik turun dengan girangnya, maka berlanjutlah ke track-track macam "Escapee" dan "W.O.W" untuk mendapati kepala anda bergoyang-goyang.
Download : klik sini

7) Flogging Molly - Speed Of Darkness (Borstal Beat Records, May 2011)

Folk-punk God is back ! Ya, Flogging Molly kembali dengan album barunya yang sangat menghibur di tahun ini. Lantunan ritme cepat khas Flogging Molly fullfilled this album. "Cool", satu-satunya kata yang tepat untuk mendiskripsikan Speed Of Darkness.
Download : klik sini

8) Origin - Entity (Nuclear Blast Records, June 2011)

Dari kubu pecinta aliran metal, saya pikir album teranyar Origin, Entity sudah mewakili kematangan musikalitas mereka dalam hal ini. Ritme technical yang deras, dihajar habis-habisan oleh John Longstreth, gitar melodi yang melengking-lengking indah dihembuskan oleh Paul Ryan yang ditinggal Jeremy Turner tahun lalu, dan tak ketinggalan vokal ganas Paul, serta bass Mike Flores dengan tempo supercepat tapi teratur mengisi berbagai track di album ini, sehingga menciptakan paduan yang membuat hati kita berdegup dan tidak terasa bosan ketika mendengarnya. "Conceiving Death", "Saliga", "Swarm" dan "Fornever" menjadikan Origin sebagai band technical death metal yang paling enak didengar tahun ini versi saya.
Download : klik sini

9) Adele - 21 (Columbia, January 2011)

 Tidak dapat dipungkiri, 2011 memang tahunnya Adele. Dapat kita jumpai di setiap pojok restoran atau tempat berbelanja lain, lagu Adele diputar di setiap harinya. Single "Someone Like You" bahkan lebih terkenal di kalangan remaja Indonesia daripada single Ayu Ting Ting, ini merupakan sebuah fenomena besar bagi Adele untuk albumnya yang kedua. Tidak hanya "Someone Like You", tapi juga "Rolling In The Deep", "Rumour Has It", "Lovesong" dan "Set Fire In The Rain" membuat rangkaian kisah-kisah nyata Adele ini menduduki peringkat 1 album chart hampir selama 1 semester di album chart Inggris.
Download : klik sini

10) Florence and The Machine - Ceremonials (Island Records, October 2011)

Album kedua Florence and The Machine ini menjadikan Florence Welch sebagai wanita kedua yang paling dicari di musik Inggris tahun 2011. Membawa materi yang kurang lebih sama dari debut albumnya yang laris manis di dua tahun sebelumnya, Florence and The Machine mengikis habis kritik yang meragukannya membuat karya yang lebih baik di album kedua. Florence menambahkan nuansa Baroque yang lebih kental di Ceremonials, semakin menguatkan dirinya sebagai The Baroque Queen 2011, does it make sense ? Of course it does.
Download : klik sini

11) Red Hot Chili Peppers - I'm With You (Warner Bros, August 2011)

Kakek-kakek gaul kembali merajai tangga lagu dunia, Red Hot Chili Peppers, the legend. I'm With You dirilis dengan formasi baru, dengan Josh Klinghoffer di plot sebagai gitaris menggantikan si tampan Frusciante yang mundur di tahun 2009, I'm With You tampil lebih feminim namun tetap mengobati kerinduan musik khas Flea, Kiedis dan Chad Smith. Banyak perubahan ritme gitar yang terdapat di album ini, cukup membuat penasaran dengan booming nya klip "The Adventure of Rain Dance Maggie" dan "Monarchy of Roses" yang membuat kita mengijinkan dinasti Red Hot Chili Peppers kembali menguasi jagad musik rock alternatif.
Download : klik sini

Sunday, October 9, 2011

Bidadari Negeri Seberang

Jumat, 7 Oktober 2011. Kali kedua saya merasakan yang dinamakan 'merinding' ketika mendengar seseorang menyanyikan beberapa lagu dari stage kecil di Kickfest 2011, Lapangan Gasibu Bandung.

Check it out,


Liyana Fizi, ini bukan kali pertama Liyana perform di Bandung. Sebelumnya Liyana pernah tampil di acara bertajuk Sunday Light di awal Mei 2011 yang berlokasi di Beat and Bite Cafe, Bandung.

Membawakan lagu yang easy listening, dengan karakter vokal mirip Arina Mocca dan Tracyanne Campbell dari Camera Obscura dan dengan senyum yang menggetarkan hati, Liyana's performance was perfectly awesome. Tampil dengan format akustik, Liyana tampil memukau para penonton. Ketika Liyana usai menyanyikan lagu terakhir, crowd pun berteriak "WE WANT MORE!" dan terpaksa Liyana pun memberi satu lagu lagi. Tidak puas, usai lagu tersebut usai, para penonton kembali berteriak "WE WANT MORE!" dan Liyana membalas dengan "Hahaha I love Bandung !". Dan ya, total 2 lagu tambahan pun dilantunkan oleh penyanyi asal Malaysia tersebut. Saya dan crowd lain pun merasa puas terhibur oleh performance mereka.

Hari kedua Kickfest Bandung, Sabtu 8 Oktober 2011, sembari menonton Cascade, saya masih bertanya-tanya "Itu kemaren cewek malaysia siapa yah namanya? Penasaran nih" dan teman saya pun berkata "Coba doi main di stage yang gede yah".

Dan benar, setelah Cascade usai, nama Liyana Fizi pun dipanggil. Liyana tampil dengan format band, sedikit berbeda suasana hening dan khusyuk saat bermain dengan format akustik di stage kecil dengan format band di stage besar. Tapi penampilan Liyana tetaplah memukau para penonton, dengan sapaan "Kumaha damang?", para penonton pun antusias menjawab bersahutan. Dan dengan terpana kami mendengarkan setiap lagu yang dibawakan Liyana, menghiraukan seorang ibu-ibu setengah gila yang joget-joget sejak Cascade perform, kami fokus ke Liyana.

Kami pun terburu-buru pulang ketika The Milo usai tampil dan melewatkan Pure Saturday di malam itu. Saya sendiri menyesal karena melewatkan perform Liyana Fizi yang ketiga di Kickfest. Ketiga ? Yah, karena ketika Pure Saturday tampil, mereka mengundang Liyana untuk berduet. Tidak apa-apa, karena saya sendiri sudah puas menyaksikan penampilan Liyana dua kali dalam dua hari.

Liyana Fizi - Light Writing

Albumnya berjudul "Between The Lines" yang dirilis September 2011 kemarin. Liyana dulu merupakan anggota band Estrella yang sudah melalang buana di belantika musik indie Malaysia. Sejak 2009, Liyana menjadi soloist menyusul kontrak dengan Estrella yang habis di penghujung September 2009. Liyana sendiri pun pernah perform di UK, Australia dan Singapura sehingga kualitasnya sudah tidak diragukan lagi.